Jakarta, Asher.ID– Lebih dari 5 (lima) tahun terakhir, pertumbuhan praktek Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa (terutama Mediasi) di Indonesia semakin pesat berkembang untuk menjadi pilihan dalam menyelesaian sengketa-sengketa perdata komersial (bisnis), karena lebih efektif dan efisien, serta ditangani oleh para Mediator atau Arbiter yang ahli di bidangnya.


Seiring perkembangan tersebut, tumbuh pula kebutuhan adanya suatu organisasi profesi khusus untuk Mediator dan Arbiter, terutama di sektor jasa keuangan Indonesia, sebagai wadah bersosialisasi, pengayoman dan pembangunan kapasitas (capacity building) para Mediator dan Arbiter melalui kegiatan pendidikan, pelatihan dan penerapan standard profesi. Organisasi profesi tersebut akan menjadi mitra kerja OJK dan pemangku kepentingan lainnya dalam pengembangan Mediasi dan Arbitrase di sektor jasa keuangan, baik pengembangan kelembagaan, profesi maupun edukasi kepada masyarakat.


Untuk maksud tersebut, 20 (dua puluh) orang praktisi Mediasi dan Arbitrase di sektor jasa keuangan bersepakat mengambil inisiatif untuk mendirikan Perkumpulan Mediator dan Arbiter Industri Keuangan Indonesia atau disingkat “MedAr-FIn” pada tanggal 31 Januari 2019. Akta pendiriannya telah memperoleh pengesahan Menteri Hukum dan HAM Nomor: AHU-0004705.AH.01.07 TAHUN 2019, tanggal 23 April 2019. MedAr-Fin dipimpin oleh Daniek E. Tribuana sebagai Ketua Pengurus dan Bacelius Ruru sebagai Ketua Pengawas.


MedAr-FIn telah melakukan beberapa kegiatan, a.l.: pelatihan case manager, pelatihan sekretaris sidang, workshop Arbitrase, seminar mitigasi resiko bisnis LJK, dan menutup tahun 2020 ini menyelenggarakan webinar tentang “Pemetaan Sengketa Perdata di Sektor Jasa Keuangan Indonesia dalam Tahun 2020” pada tanggal 15 Desember 2020, diiringi dengan launching MedArFIn kepada masyarakat luas dan pembukaan pendaftaran keanggotaan. Webinar ini di-organized oleh Lembaga Manajemen, Keuangan dan Akuntansi (LMKA) dan didukung oleh BEI, KPEI dan KSEI.
Para nara sumber Webinar akan menyampaikan analisanya mengenai pemetaan kasus-kasus yang terjadi di masing-masing sektor jasa keuangan selama tahun 2020 dan bagaimana saran untuk tahun depan. Para nara sumber terdiri dari: Iswahjudi Karim (Pasar Modal), Kornelius Simanjuntak
(Perasuransian), Himawan Subiantoro (Perbankan), Arif Hartanto (Dana Pensiun), Priyanto Hadisaputro (Pembiayaan, Pergadaian dan Modal Ventura) dan Andrey Jayanto (Fintech).

Webinar ini menjadi semakin berharga dengan keynote speech dari Bapak Tirta Segara, ADK OJK Bidang Edukasi dan Perlindugan Konsumen dengan topik “Peran OJK dalam Mengatur Praktek Penyelesaian Sengketa Perdata di Sektor Jasa Keuangan”. Berdasarkan hal-hal di atas, webinar ini menjadi sangat penting untuk diikuti oleh LJK dan konsumen/nasabah/ investor bahkan oleh otoritas dan regulator serta akademisi, sebagai masukan untuk perbaikan terhadap kebijakan, regulasi, perjanjian, pengawasan internal, praktek bisnis yang sehat dan pengambilan keputusan investasi yang bijak di tahun mendatang.

By redaksi