Jakarta, Asher.ID-“Rasa marah dan luka mendalam masih melekat didiriku, walaupun kejadiannya sudah setahun lalu. Aku mungkin hanya sebagian kecil orang yang bisa mengungkapkan kejadian itu sampai proses hukum. Banyak yang masih bungkam dan memendam. Dengan kampanye ini, aku merasa ditemani dan dirangkul. Tidak ada alasan lagi untuk menunda payung hukum yang dibutuhkan kita semua.”, begitulah ucap Amy Fitria penyintas kekerasan Seksual di Bintaro, Tangerang Banten. Kasus pemerkosaan terhadap Amy Fitria oleh seorang pemuda merebak di media sosial awal tahun ini saat Amy membuka masalah ini di akun instagram pribadinya. Kasus Amy ini ditakutkan hanya merupakan puncak gunung es dari masalah kekerasan seksual yang lebih besar di Indonesia. Oleh karena itu, UU PKS sangat diperlukan untuk melindungi para korban yang telah mengalami dan menghindari terjadi hal yang sama di masa depan. 

The Body Shop® Indonesia melalui kampanye The Body Shop® Indonesia: Semua Peduli, Semua Terlindungi #TBSFightForSisterhood, adalah sebuah respon atas kondisi kritis bagi perempuan dan anak perempuan yang mengalami kekerasan seksual dan perlu segera mengambil sikap dan tindakan. Hal tersebut diungkapkan pada acara “Virtual Press Conference The Body Shop® Indonesia: Semua Peduli, Semua Terlindungi Sahkan RUU PKS” pada Kamis (5/11/2020).

Hadir sebagai narasumber Aryo Widiwardhono, CEO The Body Shop® Indonesia, Suzy Hutomo, Owner & Executive ChairwomanThe Body Shop® Indonesia, Lily Yulianti Farid, Activist, Founder & Director Makassar International Writers Festival, Wawan Suwandi, Public Relations Yayasan Pulih,  Hannah Al Rashid, Actor & Activist dan Bintang Emon, Stand Up Comedian.

Meningkatnya kekerasan seksual selama pandemik COVID-19 adalah shadow pandemic dan merupakan masalah darurat nasional yang harus menjadi perhatian utama pemerintah dan masyarakat. Kekerasan seksual terhadap perempuan merupakan bentuk ketidakadilan dan ketidaksetaraan gender antara wanita dan pria sehingga diperlukan Undang – Undang Penghapusan Kekerasan Seksual.

Berdasarkan data Komisi Nasional Perempuan, kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia di tahun 2019 mencapai 431,471 kasus, atau naik 8x lipat dalam 12 tahun terakhir. Kekerasan seksual terhadap anak perempuan naik 65% di tahun 2019 dibanding dengan tahun sebelumnya. Dengan kondisi pandemik sejak awal tahun 2020, kasus kekerasan terhadap perempuan justru dikhawatirkan akan makin meningkat.

Suzy Hutomo – Owner & Executive ChairwomanThe Body Shop® Indonesia mengatakan selama ini suara korban jauh dari publik karena sistem sosial kita secara tidak langsung menghukum korban kekerasan seksual. The Body Shop® Indonesia dipercaya sebagai teman seperjuangan para korban dengan membagikan cerita korban kekerasan seksual sebagai bentuk edukasi juga membuka mata kita semua bahwa permasalahan tersebut nyata. Kampanye ini akan menyuarakan dan mendampingi suara para korban dan memberikan gambaran nasib para korban dan mengapa perlu segera ada Undang – Undang yang berorientasi pada korban.

The Body Shop® bersama dengan berbagai pihak; Yayasan Pulih, Magdalene, Makassar International Writers Festival, serta Key Opinion Leader yang memiliki misi dan semangat yang sama dalam penghapusan kekerasan seksual. Kampanye ini memiliki semangat kebersamaan (persaudaraan) yang ingin bergandengan serta merangkul sebanyak mungkin masyarakat dan berbagai pihak berjuang untuk mencapai tujuan mendorong RUU PKS menjadi Undang – Undang yang Sah.  Melalui kampanye ini The Body Shop® Indonesia mengajak masyarakat terlibat aktif dengan berpartisipasi melalui donasi di seluruh gerai The Body Shop® dan secara online, juga pengumpulan petisi di https://www.tbsfightforsisterhood.co.id/. Petisi TBS Fight For Sisterhood 500,000 tanda tangan petisi Stop Sexual Violence sampai bulan Maret 2021 agar RUU PKS kembali dibahas dan diputus menjadi sebuah Undang-Undang.

Suzy Hutomo menambahkan “The Body Shop® Indonesia sebagai feminist brand yang sejak awal didirikan berkomitmen untuk selalu ikut berjuang demi perubahan baik, terutama bagi perempuan, kemanusiaan, dan juga lingkungan. Di Indonesia, 86% Karyawan The Body Shop® adalah perempuan dan bisa mewakili perjuangan untuk perubahan baik terutama bagi perempuan sehingga tidak ada lagi alasan bagi kami untuk tidak mengkampanyekan isu kekerasan seksual ini yang saat ini dalam kondisi darurat dan perlu segera ditangani.

“Kami akan mengajak generasi muda Indonesia untuk menghentikan kekerasan seksual melalui berbagai kegiatan yang melibatkan banyak pihak. Kami juga akan menggandeng 500 ribu orang lewat pengumpulan petisi  dan materi edukasi mengenai sex education yang mudah dipahami masyarakat awam, yang dapat diakses melalui #TBSFightForSisterhood. Selain itu, kami juga berharap agar perusahaan lain turut mengikuti jejak kami dalam memperjuangkan isu kekerasan seksual ini, karena isu ini sangatlah mendesak dan membutuhkan perjuangan dari berbagai pihak untuk saling berkolaborasi demi tercapainya tujuan kita bersama, yakni pengesahan RUU PKS” kata Suzy.

“Di dalam RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, korban akan menerima penanganan, perlindungan, serta pemulihan yang dapat membantu korban menjadi lebih baik. Karena itu, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual  harus segera disahkan untuk menekan laju kasus-kasus kekerasan seksual, dan memulihkan korban kekerasan seksual. Sebagai warga negara, kita bisa secara bersama-sama berjuang mendesak pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, salah satunya dengan menandatangani petisi online yang digagas oleh The Body Shop® Indonesia, yang nantinya  akan diajukan ke Komisi VIII DPR RI” kata Wawan.

“The Body Shop® juga bekerjasama dengan Yayasan Pulih dan Magdalene akan melakukan psikoedukasi untuk membuat masyarakat memahami isu kekerasan seksual dengan benar dan memberikan layanan konseling yang memadai untuk korban kekerasan seksual. Masyarakat dapat berkontribusi mewujudkan kedua hal tersebut melalui donasi kasir” kata Maya.

Mari kita wujudkan masyarakat Indonesia yang aman dari segala bentuk kekerasan seksual.

By redaksi