Jakarta, Asher.id – Dalam dua hari terakhir, beredar pernyataan Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan galon plastik isi ulang mengandung BPA. Saat dikonfirmasi, Arist menyatakan tidak pernah diwawancara media baru-baru ini, apalagi terkait persoalan plastik.

“Itu adalah pernyataan saya tiga tahun yang lalu, bukan baru” jelas Aris. Dijelaskan Aris, yang pernyataan mengenai kandungan BPA tersebut aalah dalam konteks plastik secara umum.

“Berdasarkan kajian BPOM kami mengkritisi bahan plastik yang mengandung BPA ,” imbuh Aris.
Terkait keamanan produk kemasan pangan, mengacu dari ketentuan yang telah ditetapkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), bahwa produsen wajib memenuhi semua syarat dalam regulasi keamanan pangan. Produk-produk yang telah memenuhi syarat dan uji dari BPOM akan mendapatkan Nomor Izin Edar (NIE).

Direktur Standardisasi Pangan Olahan Dra. Sutanti Siti Namtini Apt PhD menjelaskan pentingnya NIE yang diterbitkan BPOM menandakan pemenuhan persyaratan pangan terhadap keamanan, mutu, dan gizi. “Jika sudah mendapatkan izin edar artinya produk tersebut sudah sesuai dengan standar keamanan pangan yang ditetapkan pemerintah baik dari segi kualitas produk dan proses produksinya,” jelas Sutanti.

By admin