Jakarta, Asher.ID– Saat ini seluruh fraksi di DPR sepakat bahwa RUU PKS masuk dalam Program Legislasi Nasional atau Prolegnas Prioritas 2021 menurut Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Supratman Andi Agtas. Namun, keputusan final terkait RUU usulan Prolegnas Prioritas 2021 akan diputuskan di Baleg pada bulan Januari 2021. Artinya perkembangan dari RUU PKS ini belum pasti masuk Prolegnas Prioritas 2021. Oleh karena itu semua lapisan masyarakat perlu untuk terus mengawal proses ini.

Tingginya kekerasan terhadap perempuan selama pandemi COVID-19 telah diakui sebagai sebuah shadow pandemic atau pandemi bayangan, dan merupakan masalah darurat nasional yang harus menjadi perhatian utama pemerintah dan masyarakat. Sebelum pandemi, angka kekerasan berbasis gender terus meningkat di Indonesia. Berdasarkan data Komisi Nasional Perempuan, kekerasan terhadap perempuan di Indonesia di tahun 2019 mencapai 431,471 kasus, atau naik 8 kali lipat dalam 12 tahun terakhir. Kekerasan seksual terhadap anak perempuan juga naik 65 persen di tahun 2019 dibanding dengan tahun sebelumnya.

Melalui kampanye ini The Body Shop® Indonesia mengajak masyarakat terlibat aktif dengan berpartisipasi melalui donasi di seluruh gerai The Body Shop® dan secara online, juga pengumpulan petisi di https://www.tbsfightforsisterhood.co.id/. Sejak pertama kali diluncurkan 5 November 2020 telah petisi TBS Fight For Sisterhood telah terkumpul 86.724 tanda tangan. Kita masih terus meminta dukungan petisi sebanyak 500.000 yang akan dilakukan sampai bulan Maret 2021 agar RUU PKS segera diputus menjadi undang-undang yang sah.

The Body Shop® Indonesia, Magdalene, dan Yayasan Pulih menyelenggarakan sebuah diskusi daring untuk membahas urgensi, pemetaan dukungan, juga membahas hal – hal apa yang bisa kita lakukan untuk mengawal proses legislasi ini dengan tema “Kawal RUU PKS: Gerak Bersama Lindungi Generasi” pada Kamis (10/12). Tokoh narasumber yang hadir diantaranya adalah; Lestari Moerdijat, Wakil Ketua MPR RI, Suzy Hutomo, Owner & Executive Chairperson The Body Shop® Indonesia, Lily Yulianti Farid, Activist, Founder & Director Makassar International Writers Festival, Gisella Tani Pratiwi, M.Psi., Psikolog Klinis Yayasan Pulih, Dian Novita, Koordinator Divisi Perubahan Hukum LBH APIK, serta Devi Asmarani, Pemimpin Redaksi Magdalene.co sebagai moderator.

Lestari Moerdijat – Wakil Ketua MPR RI mengungkapkan “Undang-Undang tentang penghapusan kekerasan seksual merupakan kebutuhan semua pihak di negara ini, sehingga harus ada gerakan bersama untuk mewujudkannya” kata Lestari.

Suzy Hutomo – Owner & Executive Chairperson The Body Shop® Indonesia mengungkapkan nilai-nilai yang diangkat oleh The Body Shop® sejak awal didirikan oleh seorang aktivis perempuan dari Inggris bernama Anita Roddick yang merupakan seorang visioner dan percaya bahwa perusahaan dapat membawa perubahan positif bagi lingkungan hidup dan sosial. Sejak tahun 1992, The Body Shop® terus berupaya membawa perubahan-perubahan positif di bidang sosial dan lingkungan hidup selama kurun waktu 28 tahun. The Body Shop® tidak hanya dikenal sebagai sebuah brand kosmetik, tetapi sebagai sebuah feminist brand yang aktif memperjuangkan kesetaraan hak asasi manusia bagi semua, khususnya perempuan dan anak hingga ke ranah hukum. Beberapa kampanye yang telah dilakukan untuk memperjuangkan hak perempuan dan anak adalah Stop Violence at Home (2004-2008) yang juga berkolaborasi bersama Komisi Nasional Perempuan dan Stop Child Trafficking (2009-2012).

By redaksi