Jakarta, Asher.id – Pegiat lingkungan sangat kecewa dengan perlakuan produsen yang menjual produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) galon sekali pakai dengan segala bentuk kampanyenya.

Produsen itu dinilai bukannya membantu program pemerintah untuk mengurangi masalah sampah plastik malah menciptakan masalah sampah baru di masyarakat.

“Harusnya itu tidak dibenarkan karena membawa kita ke keadaan kembali ke belakang, ke penggunaan plastik sekali pakai. Karenanya, kami meminta masyarakat agar tidak menggunakan produk ini sesuai dengan tuntutan kita dalam kampanye bebas plastik, yaitu menolak plastik sekali pakai,” ujar Juru Kampanye Urban Greenpeace Indonesia, Muharram Atha Rasyadi. Pada diskusi bersama Aliansi Zero Waste Indonesia, di Jakarta, Rabu, (25/11/20)

Dia juga mengatakan sangat heran dengan perlakuan produsen tersebut yang tidak mau mendukung permasalahan lingkungan dengan produk yang dikeluarkan.

“Saya tidak heran, terlebih lagi produsen AMDK galon sekali pakai tersebut terlibat dalam berbagai kasus yang ditemukan Greenpeace, di mana dalam pengambilan airnya juga banyak menimbulkan konflik di masyarakat, termasuk permasalahan lahan dan sumber air,” ungkapnya.

Tanggung Jawab Produsen

Gerakan Kampanye Bebas Plastik menurutnya akan tetap menyerukan pentingnya industri atau produsen harus bertanggung jawab atas pencemaran yang merusak lingkungan disebabkan oleh produk yang tidak terurai di tanah.

Salah satu tuntutan kampanye bebas plastik adalah ingin mendorong para produsen agar berbenah. UU No.18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah Nasional secara tegas dan jelas mengatakan semua pihak, baik pemerintah, produsen, hingga masyarakat, perlu mengambil perananan untuk menjaga lingkungan. Namun, faktanya masih minim sekali terlihat langkah nyata dari industri atau produsen.

“Karena kita tidak bisa menyelesaikan masalah ini hanya dengan peran masyarakat dan pemerintah saja, tapi juga butuh produsen,” jelas Atha.

Apalagi diperparah selama masa pandemi Covid-19, justru ada industri yang malah mempromosikan plastik sekali pakai yang dijualnya dengan alasan kesehatan, dan sebagainya. Itu menjadi langkah mundur.

“Saat kita sudah punya kebijakan pelarangan, di saat masyarakat sudah mau bergerak, tapi pihak produsen ini belum berbenah untuk menanggalkan plastik sekali pakai,” pungkasnya.

By redaksi